Thursday, August 16, 2012

,

Kimia Analitik #kuantitatif

1.      Metode Konvensional:
a)      Cara Gravimetri
Adalah metode analisis yang didasarkan pada pengukuran massa analit atau senyawa. Untuk memisahkan zat ke bentuk yang dapat terukur, cara Gravimetri dilakukan melalui :
                                            i.            Cara Penguapan
Analit diuapkan, ditimbang dan bagian yang hilang ditentukan.
Contoh :
Penentuan kadar air dalam makanan
                                          ii.            Cara Elektrogravimetri
Zat yang dianalisa ditempatkan di dalam sel elektrolisa. Setelah dilakukan elektrolisa, logam yang mengendap pada katoda ditimbang.
Contoh:
Penentuan Cu dalam larutan pada suasanaasam menggunakan katoda Pt.
Katoda :                      Cu2+(aq) + 2e → Cu(s)
H+(aq) + e → ½H2(g)
Anoda :                       H2O(l) + ½O2 → 2H+(aq) + 2e
                                        iii.            Cara Pengendapan
Prinsipnya adalah :
mengubah bentuk komponen-komponen yang diinginkan menjadi bentuk yang sukar larut

Reaksinya : aA + rR → AaRr
Bentuk ini kemudian harus dapat dipisahkan secara sempurna, dicuci, dikeringkan dan ditimbang.
Syarat-syarat bentuk senyawa yang diendapkan adalah :
      1. Kelarutannya harus rendah
2. Endapan yang terbentuk mudah disaring dan dicuci
3. Endapan harus mudah di ubah menjadi bentuk senyawa yang dapat ditimbang
Syarat-syarat bentuk senyawa yang ditimbang adalah :
1. Stoikiometri
2. Mempunyai kestabilan yang tinggi
3. Faktor gravimetrinya kecil. Faktor gravimetri (faktor kimia) adalah “jumlah gram analit dalam1 gram endapan“.
                        Langkah-langkah dalam analisis gravimetric :
1. Persiapan larutan sampel
2. Pengendapan
3. Digest (menumbuhkan kristal-kristal endapan)
4. Penyaringan
5. Pencucian
6. Pengeringan atau Pemijaran
7. Penimbangan
8. Perhitungan
Langkah-langkah yang harus diperhatikan dalam analisis gravimetric ;
1. Penambahan Pereaksi Pengendap
Sebagai pereaksi pengendap dapat digunakan senyawa anorganik atau senyawa organik tetapi dipilih yang spesifik dan mudah menguap. Harus dipilih yang mudah menguap agar zat pengganggu bila tidak hilang waktu dicuci, dapat dihilangkan waktu pemanasan. Contoh, utuk mengendapkan ion :
·         Fe3+ lebih baik digunakan pereaksi NH4OH dari pada KOH atau NaOH
·         Ba2+ lebih baik digunakan pereaksi H2SO4 dari pada Na2SO4 atau K2SO4
·         Ag+ lebih baik digunakan pereaksi HCl dari pada KCl atau NaCl.
2. Pembentukan Endapan.
Yang utama dalam analisis gravimetri adalah pembentukan endapan yang murni dan mudah disaring.
3. Kontaminasi Endapan.
4. Menyaring dan Mencuci Endapan
·         Kertas saring
yang digunakan adalah kertas saring yang sangat rendah kadar abunya (Kertas Saring Bebas Abu). Ada tiga tekstur kertas saring, yaitu :
a.       untuk endapan halus,
b.      untuk endapan sedang (medium),
c.       untuk endapan mirip gelatin dan endapan kasar.
·         Penyaring asbes (cawan Gooch)
·         Penyaring lempeng berpori, terbuat dari kacaPyrex (penyaring kaca masir), silika (penyaring vitreosil)
5. Pengeringan dan Pemanasan Endapan
Endapan yang telah dicuci, dikeringkan, diabukan, dan dipijarkan sampai beratnya konstan.
·         Tujuan pengeringan : menghilangkan air dan zat yang mudah menguap,
·         Tujuan pemijaran : merubah endapan itu ke dalam suatu senyawa kimia yang rumusnya diketahui dengan pasti.
b)      Cara Volumetri
                                            i.            Reaksi penetralan,
                                          ii.            Reaksi pembentukan kompleks,
                                        iii.            Reaksi pengendapan,
                                        iv.            Reaksi oksidasi reduksi.

2.      Metode Fisiko-Kimia Modern:
a)      Cara Elektrokimia
b)      Cara Spektrofotometri
c)      Cara Kromatografik
Continue reading Kimia Analitik #kuantitatif

Wednesday, August 15, 2012

,

Kimia Analitik #pengertian

Cabang dari ilmu kimia yang mempelajari teori dan cara-cara melakukan analisis kimia terhadap suatu bahan atau zat kimia (Analisis Kimia).
a)      Kualitatif.
Analisis kualitatif bertujuan untuk menemukan dan mengidentifikasi  suatu zat. Jadi analisis kualitatif berhubungan dengan unsur ion atau . senyawa apa yang terdapat dalam sampel.
b)      Kuantitatif.
Analisis kuantitatif bertujuan untuk menentukan jumlah atau banyaknya zat. Jadi, analisis kuantitatif berhubungan dengan berapa banyak suatu zat tertentu yang ada dalam sampel.

Zat yang ditetapkan disebut analit (konstituen yang diinginkan).

Jumlah banyaknya suatu zat tertentu dalam sampel, disebut kadar/konsentrasi, misal, molar. Persen berat, gram per liter, ppm.
Contoh perbedaan analisis kualitatif dan kuantitatif adalah sebagai berikut :
Misalnya kita akan menganalisis kapur.
·         Tugas Analisis Kualitatif
Mengetahui jenis unsur yang terdapat dalam kapur tersebut. Kesimpulan yang ditemukan:
Kapur, CaCO3 : Ca2+(kation) CO32-(anion)
·         Tugas Analisis Kuantitatif
Menunjukkan berapa persentase dari Ca2+ dan C032-
Dengan dua analisis ini (kualitatif dan kuantitatif) lengkaplah pengetahuan kita tentang zat tersebut.
Continue reading Kimia Analitik #pengertian